Setiap hati selalu punya porsi,
tak peduli Ia datang dari arah kanan atau kiri, Ia selalu punya cara untuk
menggenapi. Datang membawa secangkir kopi sembari menghabiskan waktu senja
dengan guratan jingga. Tidak berbual menyoal mimpi, namun menyimpannya dalam
hati sambil terus berusaha memperbaiki diri. Setiap hati memang istimewa.
Apapun itu.
Kamu datang lalu menjadi salah
satu bagian degupan penting dalam kehidupan. Dengan sigap seluruhmu berhasil
menjadikanku sebagai perempuan paling konyol se antero jagad raya. Tiada henti
tawaku terdengar dari ujung satu ke ujung lainnya, selalu begitu ketika
kalimat-kalimat itu terucap dari sudut bibirmu juga susunan kata yang begitu
padu dalam setiap pesan singkatmu. Kau tahu, aku selalu suka itu. Termasuk
ketika kau sedingin salju, kukuh pada sesuatu, merajuk meminta ini itu; manja.
Juga kesemua jawaban debilmu. Aku selalu rindu dengan semua itu.
Source by : http://deliciousfoodies.tumblr.com/post/39103364243/costa-coffee-tumblr-on-we-heart-it |
Kalau kau tahu betapa aku selalu
ingin menghabiskan waktu bersamamu sebelum bunga tidur menyapaku. Berkali-kali
melirik ke arah telepon genggamku, barangkali ada pesan baru atas namamu.
Berkali-kali pula aku menulis tentangmu. Berkali-kali juga aku membangun
kepercayaan dengan sajak-sajak lalu. Ya, kau pasti tahu seberapa sering aku
menghabiskan malam hanya dengan menulis atau meresapi setiap kalimat baru yang
tergores dalam buku.
Meski waktu terkadang tega
membunuh harapan, tidak sedikitpun menggoyahkan tekadku. Mungkin aku bersedih,
namun itu hanya sepersekian detik. Menit selanjutnya kau akan melihatku sebagai
perempuan yang sama seperti beberapa waktu lalu yang tersenyum menyambut
kedatanganmu. Muramku tak akan lama selama kegembiraanku.
Aku menikmati setiap alurnya.
Berbelok tajam, melewati tikungan, menyebrangi perairan bahkan sampai melakukan
pendakian. Semua itu indah kala aku percaya bahwa segalanya akan kulewati
dengan penuh tekad dan menghasilkan buah kemahsyuran. Aku diam membiarkan kisah
ini berjalan semestinya karena aku suka menyesap pahit manis kehidupan
sendirian. Bukan berarti aku egois tidak mau berbagi cerita denganmu, hanya
saja aku tak pernah tega melihat kesedihan membayangi wajahmu.
Salam hangat dari pecandu rindu,
Aku
No comments:
Post a Comment