Saturday, February 2, 2013

Cintaku Dalam Pesakitan

Aku terbang hingga langit ketujuh
sendiri mencari hati untuk berlabuh
Aku sudah berkali-kali terjatuh
rasanya aku ingin sekali mengeluh
Kini janji suci telah mati,
yang ada rasa dengki
tak terpungkiri si rasa benci
Berbagai penyakit telah menyerang hati
serasa aku ingin pergi

Tawa yang dulu diagungkan
kini hanya menjadi pajangan
Dengan anggun aku tampil menawan
bak putri dari negeri kejauhan,
mencoba tabah dan merelakan
kenyataan?
Hah, sebuah kebohongan

Siapa yang lemah,
siapa yang kalah,
aku sudah gerah
Satupun tak ada yang membuat pipi memerah
ah, kamu begitu serakah
Tak ada lagi kata yang membuat bibirmu mendesah
mungkin cintamu jua tak akan merekah

Kamu terlalu sering memberi sayat
tubuh mungil tak berdaya bertambah sekarat
aku atau kamu yang terlalu kuat

Bukankah kita mempunyai radar,
tapi mengapa kita tak pernah sadar
Kehangatan telah berubah menjadi goresan,
semakin lama semakin mendalam
Malam yang menghantarkan,
berubah menjadi kelam
Sadar, kita begitu geram

Aku memandang kita dalam album mimpi
berbingkai rindu yang membuatku pilu
berhiaskan  amatah yang terengah-engah
tertulis indah 'semesta kecil bernama kita'


@numandya - 010213 00:54

Wednesday, January 30, 2013

Pria Berkalung Emas

Seorang pria bak pahlawan
berdiri di atas jejeran awan
tidak bermodal ketampanan
tapi, berbagai kebanggaan

Berkalungkan medali emas
di mimbar paling atas
membuat semua hati terperas

Orang disekitar pada meringis
satu pun tak ada yang sinis
semua tertawa manis

Runtutan skenario telah berpadu,
sebuah takdir menyeru
beribu sorakan menyerbu
ya, begitu bangganya menjadi kamu

Salam,
I     


290113 19:37 ~ 300113 08:50

Sunday, January 27, 2013

Harimu, milikmu

Aku mau kamu tak menggoreskan luka sembilu
menghela nafas lega lalu tersenyum sembarana
untuk apa?
supaya pelangi yang telah hilang tetap memancarkan sinar,
menghias arasi biru lalu terbahak menikmati senja
berdua, bersama sang bagaskara
indah dipandang tanpa lantunan suara

Tak peduli apa yang pernah kamu lakukan
yang menyeru air mata meluncurkan duka,
yang membuat dada semakin berongga,
lalu membuat nafas tak beraturan

Sosok waktu menjadi saksi luka,
aku masih anggun mengurai berjuta bahagia
walau dalam sekejap aku telah terluka
Jujur, tak jarang namamu kusebut dalam roma,
dan mencoba memelukmu dengan rintihan do'a

Seandainya kamu mengerti
aku masih menunggu dalam rintihan tangis dan tawa, lagi
menunggu sekali lagi cinta,
sepucuk saja 

Maaf jika aku belum bisa membalas semua kebaikanmu
 maafkan aku yang hanya bisa membual
mungkin aku tak punya keberanian,
hanya bisa menangis tersedu selagu beradu

Kamu, hari ini adalah milikmu
milik sang kuda jantan
begitu gagahnya kamu,
menjadi pemimpin yang mengiringi hidupmu

Semoga malam yang menghantarkanmu
pada hari kelahiran
adalah malam berjuta kenangan
yang meniadakan keluh keputusasaan
do'aku akan menyertai hari indahmu

Selamat ulang tahun untukmu

Tertanda,
Kenanganmu 


@numandya - 270113 00:15 AM. Hari ini ulang tahunmu, bertambah usiamu. Jadilah pribadi yang lebih baik dari yang lalu. Terima kasih atas waktumu. 

Thursday, January 24, 2013

Puisi Hujan


Sejak petang menghadang aromamu tak kunjung datang
menuai bait-bait merindu,
memekarkan luka yang pernah hilang
Yang biru melintang berduka
menyatu dengan rintihan hujan,
air menggenang

Tak ada lagi tawa syahdu, sepi
semakin lama, semakin sunyi
hanya terdengar rintik hujan yang menyanyi
menari-nari menghiasi bumi

Aku terdiam, membisu
merenung, menyendiri di balik pelukan mahameru
menepi di pinggiran waktu
tersadar, tak ada lagi kamu yang menemaniku


@numandya240113 11:47 AM suatu hari ketika hujan pergi