Sejak
petang menghadang aromamu tak kunjung datang
menuai
bait-bait merindu,
memekarkan
luka yang pernah hilang
Yang biru
melintang berduka
menyatu
dengan rintihan hujan,
air
menggenang
Tak ada
lagi tawa syahdu, sepi
semakin lama, semakin sunyi
hanya terdengar rintik hujan yang menyanyi
menari-nari menghiasi bumi
Aku terdiam, membisu
merenung, menyendiri di balik pelukan mahameru
menepi di pinggiran waktu
tersadar, tak ada lagi kamu yang menemaniku
No comments:
Post a Comment