Saturday, July 5, 2014

Soal Hati, Siapa yang Tahu?


Di dua pertiga malam dengan cahaya remang sang bulan aku terbangun. Air mata mengucur saat kutemui hatiku masih berada di tempat yang sama tanpa luka di dalamnya. Ah, bohong. Birunya lebam telah tertutup oleh kisah drama yang setiap saat memaksaku ikut ambil bagian untuk memerankannya.

Aku ingin kembali pada jalan sesungguhnya yang jauh dari kata dekat, kataku pada sisa-sisa malam yang sebentar lagi tertelan hangatnya mentari pagi.

Hatiku masih berpola nama seorang anak manusia berdarah biru. Bukan, bukan kastanya yang membuatku tunduk pada perasaanku. Bukan, bukan kedudukan yang kucari. Kode kehormatan apalagi. Ini soal hati yang tak bisa dibayar dengan emas dan berlian jenis apapun.

Mati rasa pada sikapku sendiri yang tak kunjung bergegas angkat kaki meski huniannya sudah berkepunnya. Memang pilihanku terlalu berani; nekat.

Setiaku masih berpihak padamu. Meski membuatku terombang-ambing saat kuselami lautan isi hati, bahkan membuatku terjebak dalam palung berduri. Aku berusaha untuk tetap tenang, menyikapi setiap butiran keangkuhan. Keangkuhanku sendiri memperjuangkan cinta di hatimu yang telah mati.


5 Juli 2014 ~ 23:26
-indikann-

No comments:

Post a Comment