Wednesday, December 26, 2012

Surat Tanpa Judul

Di atas bumi, 7 bulan yang lalu


Surat ini aku tujukan untuk malaikat penjaga hati yang sudah meluangkan waktunya untuk melindungi, menjaga, dan menemaniku.

Sayang, saat ini aku sedang melayang. Aku melayang di atas daratan dan lautan. Aku harap kamu baik-baik saja di selatan. Besok aku akan kembali dan menemuimu wahai pujaan. Jangan khawatir, cintaku sudah terpaku oleh cinta sang dewa keanggunan. Kamu di sana juga jangan bermain kenikmatan.

Sayang, aku yakin pasti sekarang kamu masih tertidur lelap karena aku meninggalkanmu di saat bagaskara baru tercium kedatangannya. Yasudah, aku akan menitipkan ucapan selamat pagi dari atas bumi melewati angin untukmu, Angin, sampaikan kalimat selamat pagi untuk pujaan hatiku. Semoga kamu terbangun karena hembusan angin yang menyampaikan lantunan kalimat untukmu.

Beberapa menit lagi aku akan berada tepat di atas tanah. Semoga di saat itu juga ada sebuah pesan darimu sayang sudah sampai kah?. Ah, betapa senangnya hatiku jika sang pujaan mengirim pesan yang membuat pipiku memerah.

Jaga dirimu baik-baik di selatan. Aku akan menjaga diriku baik-baik seperti pesanmu, pujaan. Walaupun kita berjauhan aku dan kamu akan tetap lengket seperti ketan.

Sudah dulu ya, sayang. Aku sudah hampir menapakkan kaki tepat di atas tanah. I love you.
    

Tertulis 7 bulan yang lalu
Ketika kita masih bersatu



@numandya - Ketika dulu saat kita masih bersatu.

4 comments: