Detik demi detik waktu berjalan tanpa henti. Pelan tapi pasti sang waktu mengikuti kemanapun langkah kaki-kaki kecil ini. Memunculkan bayang-bayang semu yang kian lama kian menghilang, ditutupi mendung pagi yang tiba-tiba datang.
Aku selalu tersipu malu melihatmu. Dulu saat kita bertemu.
Aku kehabisan abjad. Aku kehabisan kata, terbata-bata. Aku mati gaya. Aku tak berdaya. Pipiku berubah warna. Selalu begitu saat aku berjumpa dengan dia. Konon katannya ini yang dinamakan jatuh cinta. Pancaran sinar matanya. Senyum manisnya. Gaya bicaranya. Mengapa aku memeperhatiakn semua tentang dia. Apa mungkin aku jatuh cinta...
Aku selalu terdiam dan tersipu malu saat bertemu denganmu. Aku hanya bisa membisu. Ah, lidahku terlau kelu untuk mengucap aku mencintaimu. Berbeda jika kita berdebat melalui pesan singkat, aku dan kamu tak pernah merasa malu.
Entah apa yang ada dipikaran kita saat itu. Kita mempunyai keinginan yang sama; bersatu dengan kasih sayang dan cinta. Lalu kita bersatu membuat coretan indah yang bernama kisah. Kisah yang terukir karena ada diiringi oleh waktu.
Terima kasih waktu.
***
Aku merasakan cinta. Cinta yang embawaku dalam dunia yang begitu fana. Terlarut dalam gelapnya gulita bersama hati dan cinta ku serahkan semua karena aku tak sanggup lagi menerima sebuah derita.
Dan kata-kata itu pun terucap. Ada air yang membasahi pipiku.
Cinta yang suci itu tiba-tiba berubah menjadi api. Api yang meluluh latntahkan semua rasa kita. Perih rasanya, seperti luka bakar... Penderitaan namanya.
Aku tak mengerti mengapa kesucian cinta tiba-tiba berubah menjadi keganasan amarah. Tak ada lagi pipi yang memerah. Tak ada lagi cinta yang merekah. Yang ada hanya amarah yang membuatku gundah. Aku.. aku.. aku takut akan kata berpisah.
Maaf, kita harus berpisah. Kata-kata yang aku takutkan telah terucap. Tak kuduga, air mata tak bersalah sudah membasahi pipiku. Bayangmu hadir dalam lamunan tangisku. Semua kenangan yang telah terukir indah kini telah menjadi kisah masa lau antara aku dan kamu.
Waktu, ia saksi perpisahan di antara kita.
![]() |
Photo by @indikann |
@indikann - Waktu telah setia mengiringi kisah kita. Kisah manis bernama cinta.
No comments:
Post a Comment