Sayang, boleh aku minta waktumu
sebentar untuk membaca tulisanku? Hanya sebentar saja.
Akhir-akhir ini banyak ranjau
bertebaran di tempat tersembunyi. Bisa berupa kabar tidak sedap yang apabila
dimasukkan ke hati akan semakin mengikis cinta yang tumbuh sejak dini hari,
caci maki berulang kali dan masih banyak lagi.
Aku paham kalau kamu risih.
Begitu juga denganku. Tapi kita bisa apa selain memaafkan dan mengingatkan? Marah?
Sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Menyindir? Aduh, nanti perkataannya
semakin nyinyir. Balas dendam? Tuhan saja maha memaafkan.
Aku percaya Tuhan selalu tahu
mana yang terbaik untuk kita.
Perasaan khawatir memang sering
menyelimutiku. Bisa jadi sama sepertimu. Aku percaya sepenuhnya padamu.
Walaupun ketakutan mengiringi perjalananku, kekuatan hati untuk selalu
menjadikanmu nomor satu tak pernah luput dari ingatanku.
Apapun yang terjadi, bertahanlah
dengan kebersamaan kita. Hiraukan saja orang yang berbicara sekenannya tanpa
mempertimbangkan dampak ke depan. Bukan kita yang akan membalas setiap abjad
yang ia lafalkan, biarlah Tuhan menyadarkan. Aku tidak sedang berdo’a meminta
balasan. Kalimatku hanyalah sebuah
ungkapan kerapuhan bercampur sepersekian persen sabar yang dibumbui kerisauan.
Kekuatan do’a menjadi motivasi
terhebatku. Aku percaya keajaiban. Entah ini kali keberapa aku mengulang kata
percaya di hadapanmu. Sungguh segalanya bisa terjadi di luar dugaan. Itu
sebabnya aku selalu merapal namamu dalam setiap sujudku pada Tuhan agar kita
sama-sama dikuatkan dan mereka segara disadarkan. Berharap rencana Sang Maha
Mendengar sama seperti yang kuharapkan. Kalau berbeda, yakinlah keputusan Tuhan
selalu terhebat; tak pernah salah.
Percayalah kalau kita mampu
menghadapi semua ini. Mereka hanya mencari sensasi di atas persetruan kita. Tak
usah frustasi memikirkan sebuah dusta. Mungkin perkataan mereka terngiang
kemanapun kita berjalan. Namun, sekali lagi aku tegaskan bila yang terbaik
dalam menghadapi cercaan ialah dengan pikiran dingin; memaafkan dan
mengingatkan. Tak perlu diambil pusing, akan ada hadiah fantastik untuk penyelesaian
terbaik.
Sedari tadi kalimatku bukan kata-kata gombal. Barisan huruf itu tertuang dari lubuk hati terdalam.
14 Mei 2014 ~ 23:17
-Indikann-
No comments:
Post a Comment