Wednesday, May 14, 2014

Kita Bisa!


 Sayang, boleh aku minta waktumu sebentar untuk membaca tulisanku? Hanya sebentar saja.

Akhir-akhir ini banyak ranjau bertebaran di tempat tersembunyi. Bisa berupa kabar tidak sedap yang apabila dimasukkan ke hati akan semakin mengikis cinta yang tumbuh sejak dini hari, caci maki berulang kali dan masih banyak lagi.

Aku paham kalau kamu risih. Begitu juga denganku. Tapi kita bisa apa selain memaafkan dan mengingatkan? Marah? Sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Menyindir? Aduh, nanti perkataannya semakin nyinyir. Balas dendam? Tuhan saja maha memaafkan. 


Aku percaya Tuhan selalu tahu mana yang terbaik untuk kita.

Perasaan khawatir memang sering menyelimutiku. Bisa jadi sama sepertimu. Aku percaya sepenuhnya padamu. Walaupun ketakutan mengiringi perjalananku, kekuatan hati untuk selalu menjadikanmu nomor satu tak pernah luput dari ingatanku. 

Apapun yang terjadi, bertahanlah dengan kebersamaan kita. Hiraukan saja orang yang berbicara sekenannya tanpa mempertimbangkan dampak ke depan. Bukan kita yang akan membalas setiap abjad yang ia lafalkan, biarlah Tuhan menyadarkan. Aku tidak sedang berdo’a meminta balasan. Kalimatku hanyalah sebuah ungkapan kerapuhan bercampur sepersekian persen sabar yang dibumbui kerisauan.


Kekuatan do’a menjadi motivasi terhebatku. Aku percaya keajaiban. Entah ini kali keberapa aku mengulang kata percaya di hadapanmu. Sungguh segalanya bisa terjadi di luar dugaan. Itu sebabnya aku selalu merapal namamu dalam setiap sujudku pada Tuhan agar kita sama-sama dikuatkan dan mereka segara disadarkan. Berharap rencana Sang Maha Mendengar sama seperti yang kuharapkan. Kalau berbeda, yakinlah keputusan Tuhan selalu terhebat; tak pernah salah.

Percayalah kalau kita mampu menghadapi semua ini. Mereka hanya mencari sensasi di atas persetruan kita. Tak usah frustasi memikirkan sebuah dusta. Mungkin perkataan mereka terngiang kemanapun kita berjalan. Namun, sekali lagi aku tegaskan bila yang terbaik dalam menghadapi cercaan ialah dengan pikiran dingin; memaafkan dan mengingatkan. Tak perlu diambil pusing,  akan ada hadiah fantastik untuk penyelesaian terbaik.


Sedari tadi kalimatku bukan kata-kata gombal. Barisan huruf itu tertuang dari lubuk hati terdalam.
14 Mei 2014 ~ 23:17



-Indikann-

No comments:

Post a Comment