Liburan yang kuharap cerah
ternyata dipenuhi luka-luka lama yang menaikkan tekanan darah. Ini kali kedua hatiku terluka di malam
pergantian tahun. Lagi-lagi
menghancurkan mimpi-mimpiku. Tinggallah titik pada dua ribu empat belas
terkasih.
***
Sekalipun belum pernah terbesit
di otakku untuk menjumpai terbitnya sang mentari. Ya, aku memang lebih suka
bersembunyi di dalam selimut, mengurangi gigil dingin udara pagi. Begitu
keseharianku setelah kembali sendiri. Bukannya mati rasa, hanya ada perbedaan
yang membuatku tak peduli lagi dengan ponselku. Bahkan seharian kehabisan
baterai pun aku tetap acuh, masa bodoh.
Bagiku duduk di lantai atas
bersama secangkir coklat panas sembari menyaksikan semburat jingga sebelum
langit berubah warna menjadi gelap ialah hal paling menyenangkan. Pemahamanku
kebanyakan datang saat kesendirianku melebur dalam bayang mentari tenggelam dan
kuakhiri pengamatanku saat bintang mulai bermunculan.
Aku
selalu menunggu sore hari tiba. Menunggu pesan darimu lalu membicarakan ini itu
sampai kau tinggal pergi kemanapun. Aku masih setia, meski dalam kebimbangan
mendalam. I love you for a reason, no
reason.
Di bawah cakwawala, di atas pasir putih, memandang batas mata. Aku berjalan menyusuri pinggir pantai. Sesekali melamuni janji tempo hari yang terlanjur kadaluwarsa. Senja masih terus menggeliat sampai matahari benar-benar menampakkan diri.
Dan
………………….
……………
……..
…
…
Aku menginginkannya duduk di
sampingku memandang keelokan ciptaan Sang Maha Kuasa. Perkataan manisnya
berputar-putar di otakku. Senyumannya terbayang jelas satu senti di hadapanku.
Perkiraan kawanku melenceng jauh, raut wajahnya menusuk dadaku hingga sesak.
Sial, aku gagal melupakan.
When I say I'm going
to forget you I know it's impossible to forget someone I once knew. What I want
is to erase you from my thoughts and purge you from my memories. I'm saying
it's what I wish for, not what is or could ever be.
***
Dua
minggu yang begitu tercela. Penuh tusukan dimana-mana. Menghabiskan puluhan lembar
buku catatan. Menjejakkan kalimat tak pantas. Mengutuk keberanian. Meruntuhkan
nyali. Mengisyaratkan pembalasan. Menghabiskan waktu. Mengejutkan hati. Penuh
jebakan dari siapapun, termasuk orang terdekatmu sendiri. Serasa ingin berpaling
saja.
19 Januari 2015
22:56
-indikann-
No comments:
Post a Comment