Wednesday, January 1, 2014

Satu Bisu


Hujan menemani lelapnya menjemput bahagia,
memercikkan bait-bait aksara
Mengetuk pintu kaca,
membuka tirai jendela.

Hujan akhir Desember
di antara letupan kimia
Mencoreng luka
Menumbuhkan duka
Menyembunyikan akhir bahagia

Rintiknya mencumbu tiga puluh satu,
mengiringi penjemputan angka satu
Satu yang diwali satu,
diakhiri jua dengan satu
Satu bisu


Salam, dari depan layar,
Penulis yang tulisannya tak kunjung kelar.
-IDK-

No comments:

Post a Comment